Rabu, 30 Mei 2018
Rabu, 23 Mei 2018
Selasa, 08 Mei 2018
Laporan Akhir Wawancara Tokoh Agama
WAWANCARA TOKOH AGAMA INDONESIA
Disusun
Oleh :
Aaron Muhammad Hanif (2001612355)
Amelia Vergiana (2001609120)
Jenni Santoso (2001568461)
Maria Reneta (2001555843)
Merisa Yuliana (2001589125)
Ning Alya Cindani (2001611730)
Ratu Almanda Sherina Divalya (2001614114)
UNIVERSITAS
BINA NUSANTARA
ALAM
SUTERA
TANGERANG
2018
Daftar Isi
BAB II……………………………………………………………………………..…………………2
2.1
KONSEP DIMENSI………………………………………………………………………………..2
2.2
METODE KEGIATAN…………………………………………………………………………….3
2.3
PELAKSANAAN KEGIATAN……………………………………………………………………4
2.4
REFLEKSI……………………………………………………………………………………….5-6
BAB III…………………………………………………………………………………………………7
3.1 PENUTUP……………………………………………………………………………….……..7
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………………………………..8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keagamaan
adalah hal yang penting dalam kehidupan manusia. Fungsi agama secara umum
adalah sebagai sumber pedoman hidup dan keyakinan bagi individu maupun kelompok
yang mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan juga manusia dengan sesamanya.
Di Indonesia, terdapat 5 agama yang berbeda dan satu kepercayaan yang diakui,
yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu. Dalam perbedaan agama di
Indonesia diperlukan rasa toleransi dan hormat agar terdapat rasa damai dan
mengasihi satu sama lain antar umat beragama, dari yang sama maupun berbeda
agama.
Guna memahami lebih baik agama-agama yang
ada di Indonesia, kelompok kami melakukan kegiatan wawancara dengan tokoh agama
dari agama-agama resmi yang ada di Indonesia. Kegiatan kami bermaksud untuk
menambah pengetahuan dari pandangan tokoh-tokoh agama mengenai kondisi
toleransi antar umat beragama, kerjasama antar umat beragama, serta kehidupan
beragama di Indonesia. Diharapkan dari hasil wawancara ini, kami dapat menambah
ilmu dan pengertian mengenai situasi kondisi keagamaan di Indonesia serta dapat
mengaplikasikan nilai yang kami dapat dari wawancara ini.
1.2
Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan
kami adalah:
• Menambah wawasan dan inspirasi
yang didapat dari berbagai kalangan agama.
• Mengenal agama lain.
• Memahami situasi dan
kondisi keagamaan di Indonesia.
• Mengaplikasikan teori
dari Caharacter Building Agama kedalam kehidupan sehari-hari.
BAB
II
ISI
Konsep
yang kami pilih adalah kerja sama antar umat beragama. Kerja sama
ini adalah hubungan sesama umat beragama yang berlandaskan toleransi, sikap
saling pengertian pada pemahaman-pemahaman yang ada, saling menghormati satu
sama lain, sikap menghargai dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama
dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Kerja sama antarumat beragama dilakukan dalam bidang-bidang sosial
kemasyarakatan, pendidikan, dan kebudayaan untuk mencapai tujuan hidup
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kerja sama antarumat beragama harus
ditanamkan dan dikembangkan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama yang
menyangkut kepentingan bersama. Dalam membina kerja sama antarumat beragama, ada
beberapa sikap dan perilaku yang harus dikembangkan dengan cermat, yaitu sikap
tenggang rasa, setia kawan, tidak menghina agama dan keyakinan orang lain, dan
pandai mengendalikan diri, baik dalam bertutur kata, bersikap maupun bertindak.
Dengan cara mengembangkan kerukunan dengan sesama manusia, pertikaian atas
perbedaan latar belakang dapat lebih mudah dicegah. Karena pada dasarnya kami
semua adalah manusia yang mempunyai derajat yang sama, sehingga kerukunan
adalah hal yang tepat dilakukan agar nantinya kerja sama dapat dilakukan untuk
tujuan yang lebih mulia.
Setiap agama harus lebih proaktif
dalam menampilkan kerja sama. Kemudian bagi umat beragama, kerja sama adalah
suatu keharusan untuk membawa pembaruan yang diperlukan. Dengan hal itu,
penegakan keadilan, perbaikan taraf hidup, dan perbaikan akhlak dapat lebih
diperhatikan. Umat dapat secara bersama-sama mengambil langkah strategis agar kendala-kendala
yang mungkin terjadi dapat teratasi. Pentingnya menghargai perbedaan yang
mendasar satu sama lain agar kerja sama dapat tercapai dengan baik. Jika
dicapai dengan baik, akan bermanfaat untuk menghidari perpecahan bangsa,
mempertebal keimanan karena semua agama mengajarkan kebaikan, dan pembangunan
lebih terjamin karena minimnya pertikaian atau konflik. Bila kerja sama dapat
dilakukan dengan itikad baik, sikap seperti kekeluargaan dapat tercapai
antarumat beragama sehingga mempermudah tercapainya tujuan dan cita-cita
nasional.
2.2 Metode Kegiatan
Metode Kegiatan yang kami gunakan
adalah wawancara dengan pertanyaan- pertanyaan yang telah kami persiapkan dalam
diskusi kelompok. Wawancara ini dilakukan dengan narasumber secara tatap muka dan
merekam dalam bentuk video. Waktu dan lokasi wawancara kami serahkan kepada
narasumber.
Pertanyaan-pertanyaan
yang kami persiapkan adalah sebagai berikut:
- Menurut Bapak / Ibu apa itu agama?
- Seberapa pentingkah agama dalam kehidupan sehari – hari?
- Menurut Bapak / Ibu bagaimana kondisi kehidupan antar umat beragama di Indonesia dewasa ini?
- Apa pendapat Bapak / Ibu tentang keanekaragaman keyakinan agama, budaya, bahasa Indonesia?
- Bagaimana Bapak / Ibu menyikapi bahwa agama lain berbeda dengan agama Bapak / Ibu anut?
- Apa ajaran agama Bapak / Ibu tentang toleransi antar agama?
- Bagaimana Bapak / Ibu menyikapi jika agama Bapak / Ibu dijelekkan oleh agama lain?
- Bagaimana cara Bapak / Ibu mengajarkan toleransi antar umat beragama?
- Apa pendapat Bapak / Ibu atas penyalahgunaan agama untuj kepentingan – kepentingan politik dan sebagainya
- Apa saran dan pesan Bapak / Ibu generasi muda jaman sekarang dalam mengembangkan semangat toleransi antar umat beragama?
2.3 Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan pada:
1. Hari/tanggal :
Selasa / 13 Maret 2018
Narasumber : Romo Eugenius
Paul Madoni
Alamat : Gereja Katolik Santo Laurensius (Tangerang)
Agama : Katolik
2. Hari/tanggal :
Selasa / 13 Maret 2018
Narasumber : P. Nyoman Subikse
Alamat : Pura Kerta Jaya (l. KS. Tubun Dalam, No. 108, Tangerang)
Agama :
Hindu
3. Hari/tanggal :
Selasa / 20 Maret 2018
Narasumber : Ws Rudi Gunawijaya
Alamat : Kelenteng Khongcu. Bio
(Jl. Kisamaun No.145, Sukasari, Tangerang)
Agama : Konghucu
4. Hari/tanggal :
Selasa / 20 Maret 2018
Narasumber : Bpk.
Yahya Santosa
Alamat : Kelenteng Khongcu. Bio (Jl. Kisamaun No.145, Sukasari,Tangerang)
Agama :
Buddha
2.4
Refleksi
Aaron Muhammad Hanif: Setelah melalukan kegiatan ini, saya lebih
mengerti bahwa perbedaan itu indah dan lebih baik untuk mencari persamaan
daripada mencari perbedaan yang dapat
memicu konflik antar agama yang berbeda dan juga saya dapat mengetahui bahwa setiap
agama mengajarkan umat nya untuk saling menghargai walaupun berbeda agama,
sehingga kita wajib untuk hidup bersama dalam harmoni tanpa membeda-bedakan
agama.
Amelia Vergiana : Setelah
melakukan kegiatan character building agama ini, saya menyadari bahwa agama
adalah sesuatu yang mengajarkan kebaikan dan kebersamaan, setiap agama
menebarkan cinta kasih, peduli sesama, dan lainnya. Seharusnya adanya perbedaan
bukan menjadi penghambat bagi kita warga Indonesia untuk bersatu, melainkan
sebuah kekuatan untuk memajukan bangsa, semua itu tentu saja didasari dengan
sikap toleransi masing-masing diri kita sendiri yang membuatnya menjadi satu.
Jenni Santoso : Character
Building Agama ini memberikan pelajaran bagi saya untuk menghargai sesama
manusia tanpa melihat apa agama nya, serta menambah pengetahuan saya tentang
cara pandang setiap agama, kepercayaan, dan pengajaran tiap agama yang memang
semua agama mengajarkan semua kebaikan - kebaikan dalam kita hidup di dunia
ini. Kegiatan sosial yang telah kelompok kami lakukan memberikan pengalaman
yang berkesan bagi saya, terutama saat mendengar para pemuka agama memberikan
pendapatnya tentang toleransi & kerjasama antar umat beragama menurut
pandangan agama mereka masing - masing, dimana agama tidak mengajarkan untuk
membenci agama lain / untuk tidak menghargai agama lain, melainkan agama
tersebut ada untuk menciptakan perdamaian bagi dunia, dengan saling menghargai
semua manusia, dan menghargai perbedaan kepercayaan dalam masing - masing agama
yang dimiliki setiap manusia.
Maria Reneta:
Dengan kegiatan wawancara terhadap para tokoh agama sangat menarik menurut
saya, karena inspirasi yang dicurahkan dari para tokoh agama sangat memotivasi
hidup saya dan membuka luas pandangan saya terhadap lingkungan kehidupan khususnya
yang sering terjadi konflik akhir-akhir ini. Dan melalui kegiatan untuk project
character building agama ini membuka peluang bagi saya untuk belajar banyak dari
para pemuka agama cara menyikapi konflik yang umum dirasakan di Indonesia ini,
seperti konflik perbedaan agama yang perlu disikapi dengan cermat. Kemudian,
saya jadi lebih paham arti agama menurut agama Katolik, Hindu, Budha, dan
Konghucu. Kegiatan ini juga mengajarkan saya toleransi dengan teman saya yang
mempunyai perbedaan agama, dan kerja sama yang dilakukan bersama untuk mencapai
kegiatan ini untuk berhasil.
Merisa Yuliana : Kegiatan
ini memberikan saya kesadaran dalam arti
toleransi,bahwa toleransi sangatlah penting.Perbedaan bukan lah hambatan untuk
kita saling bertoleransi Namun perbedaan yang menyatukan.
Ning
Alya Cindani : Kegiatan yang telah kami lakukan
memberikan pengalaman yang besar khususnya bagi saya untuk mengenal agama
-agama yg ada di Indonesia. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa kita harus
menjaga dan meningkatkan toleransi antar umat beragama. Serta turut serta dalam
melakukan kerjasama kerukunan antar umat beragama. Tidak membeda-bedakan pertemanan berdasarkan agama dan menyayangi
satu sama lain.
Ratu Almanda Sherina Divalya : kegiatan dalam mata kuliah character building
agama ini membuat saya memahami bahwa sesungguhnya semua agama mengajarkan
untuk saling mencintai,saling menghargai,saling memahami terhadap sesama
manusia.meskipun setiap manusia memiliki banyak perbedaan entah itu keyakinan
atau pun sudut pandang, dan juga membuat saya lebih bersyukur karena lahir dan
tinggal di indonesia yang kaya akan budaya dan juga agama nya dimana banyak nya
perbedaan justru membuat semua terlihat lebih indah seperti pelangi yang terdiri
dari banyak warna yang berbeda dan tidak akan indah jika hanya terdiri dari
satu warna saja.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Kerja sama adalah hal yang penting untuk dilakukan penumbuhan dan
pengembangan, melalui berbagai bidang kerja sama agar tujuan yang dimaksud
tercapai. Melalui kerja sama, agama-agama di Indonesia dapat lebih aktif lagi
dalam memacu aktivitas-aktivitas kedepannya untuk kebaikan bangsa dan negara.
Karena manfaat yang diperoleh dari kerja sama yang baik adalah perpecahan yag
dapat dihindari, mempertebal iman, dan lebih menjamin pembangunan di Indonesia
karena konflik-konflik mengenai isu-isu mendasar dapat diredam melalui kerja
sama ini.
Setelah kami bersama-sama menyelesaikan kegiatan wawancara dengan para pemuka
agama, kami mendapatkan banyak hal positif yang dapat dipelajari dan dibagikan
ke sesama. Hal ini menjadi pengalaman menarik dan berkesan bagi kami, karena
perbedaan agama lah yang membuatnya menjadi menarik untuk dipelajari dan
bagaimana cara kami bertindak menghadapi perbedaan yang ada. Kami menjadi sadar
bahwa memahami agama lain penting untuk membina kerja sama antarumat beragama.
Dengan demikian, laporan
akhir ini ditujukan untuk menyelesaikan dan memperoleh nilai dari mata kuliah
Character Building Agama yang merupakan salah satu mata kuliah yang wajib untuk
ditempuh sebagai syarat untuk lulus dan mendapatkan gelar sarjana dari
Universitas Bina Nusantara telah selesai kami garap. Mohon maaf apabila laporan
kami tidak sempurna dan terdapat kesalahan dalam penulisan, karena kesempurnaan
hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Terima Kasih.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.academia.edu/12593461/NILAI_KETUHANA_SEBAGAI_DASAR_DALAM_KEHIDUPAN_BERAGAMA_DAN_BERNEGARA
Langganan:
Komentar (Atom)
