Selasa, 08 Mei 2018

Laporan Akhir Wawancara Tokoh Agama

WAWANCARA TOKOH AGAMA INDONESIA
                       
                                  


Disusun Oleh :
Aaron Muhammad Hanif (2001612355)
Amelia Vergiana (2001609120)
Jenni Santoso (2001568461)
Maria Reneta (2001555843)
Merisa Yuliana (2001589125)
Ning Alya Cindani (2001611730)
Ratu Almanda Sherina Divalya  (2001614114)


UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
ALAM SUTERA
TANGERANG

2018




Daftar Isi

BAB II……………………………………………………………………………..…………………2
2.1 KONSEP DIMENSI………………………………………………………………………………..2
2.2 METODE KEGIATAN…………………………………………………………………………….3
2.3 PELAKSANAAN KEGIATAN……………………………………………………………………4
2.4 REFLEKSI……………………………………………………………………………………….5-6
BAB III…………………………………………………………………………………………………7
      3.1 PENUTUP……………………………………………………………………………….……..7
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………..8


                                    BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

      Keagamaan adalah hal yang penting dalam kehidupan manusia. Fungsi agama secara umum adalah sebagai sumber pedoman hidup dan keyakinan bagi individu maupun kelompok yang mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan juga manusia dengan sesamanya. Di Indonesia, terdapat 5 agama yang berbeda dan satu kepercayaan yang diakui, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu. Dalam perbedaan agama di Indonesia diperlukan rasa toleransi dan hormat agar terdapat rasa damai dan mengasihi satu sama lain antar umat beragama, dari yang sama maupun berbeda agama.
      Guna memahami lebih baik agama-agama yang ada di Indonesia, kelompok kami melakukan kegiatan wawancara dengan tokoh agama dari agama-agama resmi yang ada di Indonesia. Kegiatan kami bermaksud untuk menambah pengetahuan dari pandangan tokoh-tokoh agama mengenai kondisi toleransi antar umat beragama, kerjasama antar umat beragama, serta kehidupan beragama di Indonesia. Diharapkan dari hasil wawancara ini, kami dapat menambah ilmu dan pengertian mengenai situasi kondisi keagamaan di Indonesia serta dapat mengaplikasikan nilai yang kami dapat dari wawancara ini.

1.2 Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan kami adalah:
• Menambah wawasan dan inspirasi yang didapat dari berbagai kalangan agama.
• Mengenal agama lain.
• Memahami situasi dan kondisi keagamaan di Indonesia.
• Mengaplikasikan teori dari Caharacter Building Agama kedalam kehidupan sehari-hari.


BAB II


ISI


            Konsep yang kami pilih adalah kerja sama antar umat beragama. Kerja sama ini adalah hubungan sesama umat beragama yang berlandaskan toleransi, sikap saling pengertian pada pemahaman-pemahaman yang ada, saling menghormati satu sama lain, sikap menghargai dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Kerja sama antarumat beragama dilakukan dalam bidang-bidang sosial kemasyarakatan, pendidikan, dan kebudayaan untuk mencapai tujuan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kerja sama antarumat beragama harus ditanamkan dan dikembangkan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama yang menyangkut kepentingan bersama. Dalam membina kerja sama antarumat beragama, ada beberapa sikap dan perilaku yang harus dikembangkan dengan cermat, yaitu sikap tenggang rasa, setia kawan, tidak menghina agama dan keyakinan orang lain, dan pandai mengendalikan diri, baik dalam bertutur kata, bersikap maupun bertindak. Dengan cara mengembangkan kerukunan dengan sesama manusia, pertikaian atas perbedaan latar belakang dapat lebih mudah dicegah. Karena pada dasarnya kami semua adalah manusia yang mempunyai derajat yang sama, sehingga kerukunan adalah hal yang tepat dilakukan agar nantinya kerja sama dapat dilakukan untuk tujuan yang lebih mulia.
            Setiap agama harus lebih proaktif dalam menampilkan kerja sama. Kemudian bagi umat beragama, kerja sama adalah suatu keharusan untuk membawa pembaruan yang diperlukan. Dengan hal itu, penegakan keadilan, perbaikan taraf hidup, dan perbaikan akhlak dapat lebih diperhatikan. Umat dapat secara bersama-sama mengambil langkah strategis agar kendala-kendala yang mungkin terjadi dapat teratasi. Pentingnya menghargai perbedaan yang mendasar satu sama lain agar kerja sama dapat tercapai dengan baik. Jika dicapai dengan baik, akan bermanfaat untuk menghidari perpecahan bangsa, mempertebal keimanan karena semua agama mengajarkan kebaikan, dan pembangunan lebih terjamin karena minimnya pertikaian atau konflik. Bila kerja sama dapat dilakukan dengan itikad baik, sikap seperti kekeluargaan dapat tercapai antarumat beragama sehingga mempermudah tercapainya tujuan dan cita-cita nasional.
2.2  Metode Kegiatan

Metode Kegiatan yang kami gunakan adalah wawancara dengan pertanyaan- pertanyaan yang telah kami persiapkan dalam diskusi kelompok. Wawancara ini dilakukan dengan narasumber secara tatap muka dan merekam dalam bentuk video. Waktu dan lokasi wawancara kami serahkan kepada narasumber. 
Pertanyaan-pertanyaan yang kami persiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Menurut Bapak / Ibu apa itu agama?
  2. Seberapa pentingkah agama dalam kehidupan sehari – hari?
  3. Menurut Bapak / Ibu bagaimana kondisi kehidupan antar umat beragama di Indonesia dewasa ini?
  4. Apa pendapat Bapak / Ibu tentang keanekaragaman keyakinan agama, budaya, bahasa Indonesia?
  5. Bagaimana Bapak / Ibu menyikapi bahwa agama lain berbeda dengan agama Bapak / Ibu anut?
  6. Apa ajaran agama Bapak / Ibu tentang toleransi antar agama?
  7. Bagaimana Bapak / Ibu menyikapi jika agama Bapak / Ibu dijelekkan oleh agama lain?
  8. Bagaimana cara Bapak / Ibu mengajarkan toleransi antar umat beragama?
  9. Apa pendapat Bapak / Ibu atas penyalahgunaan agama untuj kepentingan – kepentingan politik dan sebagainya
  10. Apa saran dan pesan Bapak / Ibu generasi muda jaman sekarang dalam mengembangkan semangat toleransi antar umat beragama?



2.3 Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan pada:

       1.  Hari/tanggal                : Selasa / 13 Maret 2018

    Narasumber                 : Romo Eugenius Paul Madoni
    Alamat                        : Gereja Katolik Santo Laurensius (Tangerang)
    Agama                         : Katolik

2. Hari/tanggal                : Selasa / 13 Maret 2018

   Narasumber                 : P. Nyoman Subikse
   Alamat                        : Pura Kerta Jaya (l. KS. Tubun Dalam, No. 108, Tangerang)
   Agama                         : Hindu

                  3.  Hari/tanggal                : Selasa / 20 Maret 2018
    Narasumber                 : Ws Rudi Gunawijaya
     Alamat                        : Kelenteng Khongcu. Bio (Jl. Kisamaun No.145, Sukasari,         Tangerang)
    Agama                         : Konghucu

4.   Hari/tanggal                : Selasa / 20 Maret 2018

      Narasumber                 : Bpk. Yahya Santosa
      Alamat                        :  Kelenteng Khongcu. Bio (Jl. Kisamaun No.145, Sukasari,Tangerang)
      Agama                        : Buddha

2.4 Refleksi
Aaron Muhammad Hanif: Setelah melalukan kegiatan ini, saya lebih mengerti bahwa perbedaan itu indah dan lebih baik untuk mencari persamaan daripada mencari perbedaan   yang dapat memicu konflik antar agama yang berbeda dan juga saya dapat mengetahui bahwa setiap agama mengajarkan umat nya untuk saling menghargai walaupun berbeda agama, sehingga kita wajib untuk hidup bersama dalam harmoni tanpa membeda-bedakan agama.

Amelia Vergiana : Setelah melakukan kegiatan character building agama ini, saya menyadari bahwa agama adalah sesuatu yang mengajarkan kebaikan dan kebersamaan, setiap agama menebarkan cinta kasih, peduli sesama, dan lainnya. Seharusnya adanya perbedaan bukan menjadi penghambat bagi kita warga Indonesia untuk bersatu, melainkan sebuah kekuatan untuk memajukan bangsa, semua itu tentu saja didasari dengan sikap toleransi masing-masing diri kita sendiri yang membuatnya menjadi satu.

Jenni Santoso : Character Building Agama ini memberikan pelajaran bagi saya untuk menghargai sesama manusia tanpa melihat apa agama nya, serta menambah pengetahuan saya tentang cara pandang setiap agama, kepercayaan, dan pengajaran tiap agama yang memang semua agama mengajarkan semua kebaikan - kebaikan dalam kita hidup di dunia ini. Kegiatan sosial yang telah kelompok kami lakukan memberikan pengalaman yang berkesan bagi saya, terutama saat mendengar para pemuka agama memberikan pendapatnya tentang toleransi & kerjasama antar umat beragama menurut pandangan agama mereka masing - masing, dimana agama tidak mengajarkan untuk membenci agama lain / untuk tidak menghargai agama lain, melainkan agama tersebut ada untuk menciptakan perdamaian bagi dunia, dengan saling menghargai semua manusia, dan menghargai perbedaan kepercayaan dalam masing - masing agama yang dimiliki setiap manusia.

Maria Reneta: Dengan kegiatan wawancara terhadap para tokoh agama sangat menarik menurut saya, karena inspirasi yang dicurahkan dari para tokoh agama sangat memotivasi hidup saya dan membuka luas pandangan saya terhadap lingkungan kehidupan khususnya yang sering terjadi konflik akhir-akhir ini. Dan melalui kegiatan untuk project character building agama ini membuka peluang bagi saya untuk belajar banyak dari para pemuka agama cara menyikapi konflik yang umum dirasakan di Indonesia ini, seperti konflik perbedaan agama yang perlu disikapi dengan cermat. Kemudian, saya jadi lebih paham arti agama menurut agama Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Kegiatan ini juga mengajarkan saya toleransi dengan teman saya yang mempunyai perbedaan agama, dan kerja sama yang dilakukan bersama untuk mencapai kegiatan ini untuk berhasil.
Merisa Yuliana : Kegiatan ini memberikan saya  kesadaran dalam arti toleransi,bahwa toleransi sangatlah penting.Perbedaan bukan lah hambatan untuk kita saling bertoleransi Namun perbedaan yang menyatukan.

          Ning Alya Cindani : Kegiatan yang telah kami lakukan memberikan pengalaman yang besar khususnya bagi saya untuk mengenal agama -agama yg ada di Indonesia. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa kita harus menjaga dan meningkatkan toleransi antar umat beragama. Serta turut serta dalam melakukan kerjasama kerukunan antar umat beragama. Tidak membeda-bedakan  pertemanan berdasarkan agama dan menyayangi satu sama lain.

          Ratu Almanda Sherina Divalya : kegiatan dalam mata kuliah character building agama ini membuat saya memahami bahwa sesungguhnya semua agama mengajarkan untuk saling mencintai,saling menghargai,saling memahami terhadap sesama manusia.meskipun setiap manusia memiliki banyak perbedaan entah itu keyakinan atau pun sudut pandang, dan juga membuat saya lebih bersyukur karena lahir dan tinggal di indonesia yang kaya akan budaya dan juga agama nya dimana banyak nya perbedaan justru membuat semua terlihat lebih indah seperti pelangi yang terdiri dari banyak warna yang berbeda dan tidak akan indah jika hanya terdiri dari satu warna saja.




BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

            Kerja sama adalah hal yang penting untuk dilakukan penumbuhan dan pengembangan, melalui berbagai bidang kerja sama agar tujuan yang dimaksud tercapai. Melalui kerja sama, agama-agama di Indonesia dapat lebih aktif lagi dalam memacu aktivitas-aktivitas kedepannya untuk kebaikan bangsa dan negara. Karena manfaat yang diperoleh dari kerja sama yang baik adalah perpecahan yag dapat dihindari, mempertebal iman, dan lebih menjamin pembangunan di Indonesia karena konflik-konflik mengenai isu-isu mendasar dapat diredam melalui kerja sama ini. Setelah kami bersama-sama menyelesaikan kegiatan wawancara dengan para pemuka agama, kami mendapatkan banyak hal positif yang dapat dipelajari dan dibagikan ke sesama. Hal ini menjadi pengalaman menarik dan berkesan bagi kami, karena perbedaan agama lah yang membuatnya menjadi menarik untuk dipelajari dan bagaimana cara kami bertindak menghadapi perbedaan yang ada. Kami menjadi sadar bahwa memahami agama lain penting untuk membina kerja sama antarumat beragama.
Dengan demikian, laporan akhir ini ditujukan untuk menyelesaikan dan memperoleh nilai dari mata kuliah Character Building Agama yang merupakan salah satu mata kuliah yang wajib untuk ditempuh sebagai syarat untuk lulus dan mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Bina Nusantara telah selesai kami garap. Mohon maaf apabila laporan kami tidak sempurna dan terdapat kesalahan dalam penulisan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Terima Kasih.



 DAFTAR PUSTAKA









Tidak ada komentar:

Posting Komentar